Tips Mendidik Anak Memiliki Jiwa Pengusaha

jiwa pengusahaAnak berhak memilih cita-citanya di masa depan. Tidak ada salahnya Anda sebagai orangtua membantu membuka pikiran anak sejak dini apa yang cocok untuknya. Manfaatkan rasa ingin tahu, selalu bersemangat, pantang menyerah, kreatif dan inovatif yang dimiliki anak Anda. Dengan begitu akan mudah mengarahkan anak untuk menanamkan jiwa pengusaha dalam dirinya. Berikut tipsnya untuk Anda.

1. Menumbuhkan Kreativitas Anak

Kreativitas yang Anda ajarkan sejak dini akan menjadi sebuah peluang untuk anak. Jika anak mempunyai hobi menggambar atau Anda sudah mengajarkan kerajinan tangan akan menyenangkan jika karya tersebut dipamerkan. Melihat sebuah hasil karya orang lain juga bisa menjadi sebuah pelajaran seru dengan anak seperti menunjukkan poster pada majalah, iklan di televisi dan tanyakan pada anak apakah bagus. Pendapat mereka akan menunjukkan sejauh mana tingkat kreativitas anak dengan baik.  Jiwa pengusaha dimulai dari cara berfikir yang selalu diasah dan tidak monoton.

2. Tingkatkan Rasa Kepercayaan Diri

Ajarkan anak cara berkomunikasi yang baik kepada orang lain. Jika ingin menjadi seorang pengusaha tentu harus memiliki kemampuan komunikasi agar terciptanya perilaku positif. Bisa dengan mengajarkan untuk berbicara di depan saudara, tetangga, hingga gurunya. Memberikan arahan terhadap kata-kata yang baik dan buruk saat berbicara. Jiwa pengusaha pada anak bisa melalui tingkat percaya diri yang telah dibangun oleh orangtua.

3. Ajarkan Anak Untuk Selalu Memberi

Ketika anak sudah mempunyai jiwa pengusaha dengan berbagi maka dapat dipastikan tahapan dan proses anak mulai terbangun. Berikan penjelasan kepada anak bawha bisnis yang sukses selain dari kreativitasnnya tentu harus bermanfaat untuk orang lain dan lingkungan sekitar. Seperti halnya CSR pada sebuah perusahaan, maka usahakan bisnis bisa memberikan hal positif. Dengan berbagi anak tentu anak semakin rendah hati dan akan mudah disukai orang lain. Tanyakan kepada anak dari penghasilan dan keuntungan tersebut akan digunakan untuk apa. Semakin sering dan konsisten Anda terapkan pada anak maka kegiatan sehari-hari makan anak akan terbiasa.

4. Mengajarkan Anak Berjualan dan Mengelola Uang

Coba lakukan kegiatan berjualan bersama anak, libatkan anak dalam kegiatan Anda dari hal yang paling kecil seperti menjual es atau jajanan di depan rumah, menjual hasil kreasi anak dan sebagainya. Bisa juga dengan memberikan uang untuk membeli barang yang mereka inginkan, kemudian jika masih ada sisa bagaimana anak dapat menghematnya. Jelaskan kepada anak tentang usaha membutuhkan modal dan bagaimana mendapatkan keuntungan dari usahanya.

Anak perlu mengetahui roda perputaran uang yang digunakan dari sebuah barang dan kemudian dijual kembali. Kenalkan pula untuk mengelola uang dengan lebih teliti berapa yang bisa dinikmati, berapa yang perlu disumbangkan agar kelak anak menjadi wirausaha sosial muda.  Ketika anak sudah bisa merespon dengan baik para konsumen maka perlahan bisa menguasai teknik dasar yang sudah Anda ajarkan. Manfaatkan barang bekas yang masih bisa digunakan seperti pakaian, mainan hingga buku cerita untuk bisa dijadikan sebuah usaha. Ajarkan secara detail cara menyapa pelanggan, memberikan kembalian, dan membungkus barang dengan baik serta ramah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *