4 Hidangan Indonesia Hasil Alkuturasi Budaya Luar

Pernah dijajah oleh dua negara berbeda membuat Indonesia memiliki beragam akulturasi budaya hingga makanan dengan para negara penjajah tersebut, khususnya Belanda. Entah Anda menyadarinya atau tidak, hidangan Indonesia yang sering Anda nikmati ternyata merupakan percapuran dari dua budaya berbeda. Yuk, simak informasi selengkapnya di artikel berikut ini.

Perkedel

Makanan yang terbuat dari kentang ini biasa disebut perkedel atau begedel. Kudapan ini sebenarnya merupakan versi lokal dari frikadeller, gorengan berbahan kentang dan daging khas Belanda. Bahkan, makanan ini pun merupakan hasil adaptasi Belanda dari gorengan danging cincang asal Denmark.

Membuat hidangan Indonesia ini pun tidak sesusah yang Anda bayangkan. Cukup tumbuk kentang yang sudah di goreng sebelumnya, lalu tambahkan bahan-bahan lain seperi daun seledri, kornet, dan item lainnya sesuai dengan keinginan Anda.

Semur

Siapa yang sangka jika Semur merupakan makanan hasil alkulturasi dengan budaya Belanda? Awalnya, istilah semur berasal dari bahasa Belanda “Smorr” yang artinya adalah “rebusan”. Di Belanda sendiri, smoor merupakan daging yang direbus bersama dengan tomat dan bawang dalam waktu yang lama. Setelah di adaptasi menjadi hidangan Indonesia, tomat dan bawang pun dihilangkan dan diganti dengan rempah dan bumbu khas Indonesia. Seiring berkembangnya waktu, semur khas Indonesia ini bukan hanya dalam bentuk danging, semur ayam dan jengkol pun mulai muncul dan populer di kalangan warga Betawi.

Selat solo

Awalnya, Selat Solo merupakan makanan kaum ningrat yang hanya dimakan oleh para bangsawan Keraton Solo. Dilihat dari penampilannya pun sudah menunjukan bahwa makanan ini termasuk makanan mewah, karena tampilannya yang mirip dengan bistik Eropa. Hanya saja, hidangan Indonesia ini dimodifikasi dengan tambahan sayuran rebus, keripik kentang, dan saus dengan cita rasa kaya akan rempah Indonesia.

Kue cubit

Kue cubit merupakan jajan pasar dan makanan ringan yang disantap bersama dengan segelas the atau kopi. Faktanya, kue ekonomis ini merupakan kuliner hasil alkuturasi dengan masakan Belanda, yaitu Poffertjes. Bahkan, bahan-bahan dan cara pembuatan kedua hidangan ini pun hampir sama. Bedanya, hidangan Indonesia ini dibuat lebih gemuk dibandingkan Poffertjes yang tipis dan mirip panekuk.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *